Selasa, 06 Maret 2012

Metode Pembelajaran

Metode secara harfiah berarti “ cara”. Dalam pemakaian umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau produser yang di pakaiuntuk mencapai tujuan tertentu. Kata “pembelajaran” berarti segalah upaya yang dilakukuan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Jadi, metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar belajar pada diri siswa pada upaya mencapai tujuan.
            Dengan demikian, salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran adalah keterampilan memilih metode. Pemilihan metode berkaitan langsung dangan usaha-usaha guru dalam menampilakan pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga mencapai tujuan pembelajaran diperoleh secara optimal. Oleh karena itu, salah satu komponen-komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan.
Sementara itu, (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwas strategi pembelajar adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J.R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandungmakna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentangkeputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
1. Duffy dan Roehler (1989). Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengajamelibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guruuntuk mencapai tujuan kurikulum.
2. Gagne dan Briggs (1979:3). Mengartikan instruction atau pembelajaran iniadalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa,yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupauntuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yangbersifat internal.

A.  Ciri-Ciri Umum Metode Yang Baik
                        Kebaikan suatu metode terletak ketepatan memilih/sesuai dengan tuntutan pembelajaran.
                        Terdapat beberapa ciri dari sebuah metode berikut ini:
1.      Berpadunya metode dari segi tujuannya.
2.      Mimiliki daya sesuai dengan watak siswa dan materi.
3.      Dapat mengantarkan siswa pada kemampuan praktis.
4.      Dapat mengembangankan materi.
5.      Memberikan keleluasan pada siswa untuk menyatakan pendapatnya.
6.      Mampu menempatkan guru dalam posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran.

B.   Keefektifan Penggunaan Metode Pembelajaran
                        Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam setiap pertemuan kelas bukanlah asal pakai, tetapi setelah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan perumusan tujuan pembelajaran.
                        Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadi kendala dalam pencapain tujuan yang dirumuskan.Cukup banyak materi pelajaran yang terbuan dengan  percuma hanya karena penggunaan metode semata-mata berdasarkan kehendak guru dan bukan atas dasar kebutuhab siswa.
                        Dalam menetapkan metode pembelajaran, bukan tujuan yang menyesuaikan dengan metode atau karakter anak, tetapi metode hendaknya menjadi variable dependen yang dapat berubah dan berkembang sesuai dengan kebutuhan.
                        Makin tepat tepat metode yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan, diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran. Tentunya factor-faktor lain pun harus diperhatikan seperti : guru, anak, situasi, lingkungan.

C.   Fakto-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Metode Pembelajaran
                        Pupuh Fathurrohman dan M. sobry Sutikno (2007) menguraikan beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode antara lain:
1.      Tujuan yang Hendak Dicapai
            Tujuan adalah sasaran yang ditujuh dari setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan menjadi pedoman arah sekaligus sebagai suatu suasana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
2.      Materi pelajaran
      Materi pelajaran ini ialah sejumlah materi yang hendak disampaikan oleh guru untuk bias dipelajari dan kuasai oleh siswa.
3.      Siswa
      Siswa sebagai subjek belajara memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik minat, bakat, kebiasan, motivasi, situasi social, lingkungan keluarga dan masa depan. Perbedaan anak dari aspek psikologi seperti sifat pendiam, super aktif, tertutup, terbuka, periang, murung bahkan ada yang menunjukan prilaku yang sulit dikendalikan. Semua perbedaan ini sangat berpengaruh dengan penentuan metode pembelajaran.
4.      Situasi
      Situasi kegiatan belajar merupakan setting lingkungan pembelajaran yang dinamis. Pada waktu-waktu tertentu guru perlu melakukan proses pembelajaran diluar kelas atau terbuka.
5.      Fasilitas
      Fasilitas dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode belajar.

6.      Guru
                        Zakiah Darajat (1995) dalam Pupuh Fathurrohman dan M. sobry Sutikno (2007) mejelaskan bahwa setiap guru memiliki kepribadian sendiri-sendiri yang unik. Tidak ada guru yang sama walaupun mereka sama-sama memiliki pribadi keguruan. Hal ini juga mempengaruhi metode dalam pembelajaran. Jadi pribadi guru pun”unik”pula, dan perlu dikembangkan secara terus-menerus agar guru itu terampil dalam:
1.      Mengenal dan mengakui harkat dan potensi dari setiap individu atau siswa yang di ajarkanya.
2.      Membina suasana social yang meliputi interaksi pembelajaran sehingga amat bersifat menunjang secara moral terhadap siswa bagi terciptanya kesepahaman dan kesamaan roh dalam pikiran serta pembuata siswa dan guru.
3.      Membina sautu perasaan.

D.  Macam-macam Metode yang dapat Dipakai dalam proeses pembelajaran
1.      Metode ceramah
                         Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.
2.      Metode tanaya jawab
         Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan.
         Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar.
3.      Metode diskusi
         Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
4.      Metode demonstrasi
         Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.
5.      Metode Simulasi
         Bentuk-bentuk metode simulasi :
a.       Peer teaching
b.      Sosiodrama
c.       Psikodrama
d.      Simulasi game
e.       Role playing
6.      Metode karyawisata
         Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat meransang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisata memerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.
7.      Metode tutorial
         Metode tutorial ini diberikan dengan bantuan tutor. Setelah siswa di berikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut.
         Ada beberapa jenis tutorial yaitu :
a.       Tutorial konsultasi
b.      Tutorial kelompok
c.       Tutorial pratikum
8.      Metode suri teladan
         Dengan adanya teladan yang baik maka akan membutuhkan harsat orang lain untuk meniru atau mengikutinya.
   Hal itu merupakan sebuah amaliayah yang paling penting dan paling berkesan baik bagi pendidikan anak-anak.
9.      Team teaching
         Hal ini dilakukan apa bila mata pelajaran itu terdiri dari berbagai dimensi studiyang perlu di ketahui. Terdiri dari dua, tiga dan beberapa orang guru.
10.  Merode kerja kelompok
         Upaya saling membantu antara dua orang atau lebih untuk menyelesaiakan problem dalam melaksanakan tugas dan menggarap berbagai program yang bersifat prospektif mewujudkan kesejaterahan bersama.
11.  Metode penguasan
         Suatu cara penyajian pelajaran dengan cara guru memberi tugas tertentu kepada siswa dalam waktu yang telah di tentukan dan siswa mempertanggungjawabkan tugas yang telah di tentukan siswa mempertanggungjawabkan tugas yang di bebankan kepadanya.
12.  Metode braim storming
         Metode ini berdasarkan pendapat bahwa sekelompok manusia dapat mengajukan usul lebih banyak dari anggota masing-masing.dalam metode ini di sajikan sebuah soal.



         

a.       Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar belajar pada diri siswa pada upaya mencapai tujuan.

        
        
    


                       
           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar