Selasa, 06 Maret 2012

JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A.   Layanan orientasi


            Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Pemberian layanan ini bertolak dari anggapan bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu  dapat berlangsung dengan mudah dan menyenangkan bagi orang lain. Demikian juga bagi siswa baru disekolah dan atau bagi orang –orang yang baru memasuki dunia kerja, mereka belum banyak mengenal tentang lingkungan yang baru dimasukinya.


1. Layanan Orientasi di Sekolah
  
            Ketidak kenalan atau ketidaktahuan terhadap lingkungan lembaga pendidikan (sekolah) yang disekolah baru dimasukinya itu dapat memperlambat kelangsungan proses belajarnya kelak.mereka perlu diperkenalkan dengan berbagai  hal tentang lingkungan pendidikan yamg baru itu.

            Allan & McKean (1984) menegaskan bahwa tanpa program-program orientasi, periode penyesuaian untuk sebagian besar siswa berlangsung kira-kira empat bulan. Penelitian Allan & McKean menunjukkan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu:

a.                   Program orientasi yang efektif mempercepat proses adaptasi; dan juga memberikan kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
b.                  Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil disekolah.
c.                   Anak-anak dari klas sosio-ekonomi yang renda memerlukan wakyu yang lebih lama untuk menyesuiakan diri dari anal-anak daro kelas sosio ekonomi yng lebih tinggi.

            Individu  yang memasuki lingkungan baru perlu segera dan secepat mungkin memahami lingkngan barunya itu. Untuk lingkungan sekolah misalnya, materi orientasi yang mendapat penekanan adalah:

a.                  sistem penyelenggaraan pendidikan pada umunya;
b.                  kurikulum yang ada;
c.                   penyelenggaran pengajaran;
d.                  kegiatan belajar siswa yang diharapkan;
e.                   sistem penilaian, ujian, dan kenaiakan kelas;
f.                   fasilitas dan sumber belajar yang ada (seperti ruang kelas, labotarium, perpustakan, ruang praktek);
g.                  fasilitas penunjang (sarana olah raga dan rekreai, pelayanan kesehatan,pelayanan bibimbiangan dan konseling,kafetaria, dan tata usaha;
h.                  staf pengajar dan tata usaha;
i.                    hak dan kewajiban mahasiswa;
j.                    organisasi siswa;
k.                  organisasi orang tua siswa ;
l.                    organisasi sekolah secara menyeluruh;


2. Metode Layanan Orientasi Sekolah

            Keluasan dan kedalaman masing-masing pokok materi di atas yang disampaikan kepada siswa disesuaikan dengan jenjang sekolah dan tingkat perkembangan anak.
           
            Untuk anak-anak yang segera akan memasuki SLTP, Allen & McKean menyarankan beberapa kegiatan:

a.         Kunjungan ke SD pemasok

            Petugas dari SLTP ( misalkan konselor sekolah bersama guru-guru lain yang ditugaskan ) mengunjungi SD-SD yang para lulusannya akan memasuki SLTP tersebut. Di sana, para petugas menjelaskan berbagai hal-ihwal SLTP itu  kepada murid-murid SD kelas tinggi yang harapannya akan memasuki SLTP yang dimaksudkan.

b.         Kunjungan ke SLTP pemesan

            Murid-murid SD kelas tinggi mengunjungi SLTP yag akan mereka masuki. Disana mereka dapat melihat lingkungan dan kelengkapan sekolah.

c.         “Malam” pertemuan dengan orang tua

            Orang tua murid baru diundang menghadiri suatu pertemuan (boleh siang atau malam) untuk beramah-tamah dengan staf sekolah dan menerima penjelasan tentang hal-ikhwal sekolah tempat anak-anak mereka belajar.

d.         Staf konselor bertemu dengan guru membicarakan  siswa-siswa baru      
           
            Dengan guru-guru (dan kepalah sekolah) konseor membicarakan materi orientasi dan cara-cara penyampaiannya kepada siswa.

e.         Mengunjungi kelas      

             Konselor berkeliling mengunjungi kelas-kelas baru. Konselor menjelaskan dengan berbagai alat bantu dan prosedur tanya jawab tentang materi diatas.


f.          Memanfaatkan siswa- senior

            Sistem “memanfaatkan siswa senior” ternya amat efektif. Hasil penelitian Allen & Mckean menunjukkan bahwa priode penyesuaian diri yang tadinya diperlukan rata-rata tiga bula bagi etiap siswa baru, setelah di selenggarakan kegiatan orientasi dengan manfaat siswa senior itu.


3.         Layanan orintasi di luar sekolah

                       
            Cara penyajian orientasi di luar sekolah sangat tergantung pada jenis orientasi yang diperlukan dan siapa yang memerlukannya. Lembaga-lembaga seperti “Badan Penasihat perkawinan”, “Pusat rehabilitas narapidana”. Pusat orientasi tenaga kerja”, dam lain-lain dapat dibentuk dankonselor menjadi tenaga ahli serta penggerak lembaga bantuan khusus  dimasyarakat itu.





B.   Layanan infomasi

            Ada tiga alasan mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan yaitu sebagai berikut:

1.                  Membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadap berkenaan dengan lingkungan sekitar,pendidikan, jabatan, maupun social budaya.
2.                  Memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya “ menentukan kemana arah hidupnya”. Syarat untuk menentukan arah hidup adalah apa bila ia mengetahui informasih untuk bertindak kreatif.
3.                  Setap individu adalah unik. Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan keputusan dan bertindak yang aspek-aspek kepribadian masing-masing individu.         

            Dengan ketiga alasan itu, layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat tinggi tingkatannya.




1.   Jenis-Jenis informasi                  

a.         informasi pendidikan 

      Norris, Hatch, Engelkes & winborn (1977) menekankan bahwa informasi pendidikan meliputi data dan keterangan yang sahih dan berguna tentang kesempatan dan syarat-syarat berkenan dengan berbagai jenis pendidikan yang ada sekarang dan yang akan datang. Jenis-jenis informasi pada setiap tingkat itu adalah sebagai berikut:


Pertama kali masuk sekolah

1.                  jam-jam belajar,
2.                  disiplin dan peraturan sekolah lainnya
3.                  kegiata belajar dan kegiata anak lainnya di sekolah,
4.                  buku-buku alat pelajaran lainya,
5.                  fasilitas, makanan, kesehatan,tempat bermain,
6.                  fasilitas tranportasi,
7.                  peraturan kunjungan orang tua ke sekolah


Memasuki SLTP:

1.                  jadwal kegiatan sekolah,
2.                  mata pelajaran yang ada
3.                  kegiatan kurikuler
4.                  fasilitas sumber
5.                  sarana penunjang
6.                  peraturan sekolah
7.                  keadaan fisik sekolah
8.                  prosedur penerimaan.

Memasuki SLTA

1.                  mata pelajaran dan pembingannya,
2.                  jurusan atau program-program yang disediakan,
3.                  hubungan antar satu jurusan atau dengan pekerjaan di masyarakat yang lebih luas,
4.                  tersedia latihan khusus,
5.                  jadwal kegiatan blajar dan latihan,
6.                  kegiatan kurikuler da ekstrakurikuler,
7.                  pengembangan sikan dan kebiasaan belajar,
8.                  peraturan sekolah hak dan kewajiban siawa,
9.                  fasilitas sumber belajar
10.              pelayanan bimbingan konseling
11.              fasilitas penunjang
12.              bea siswa,
13.              kemungkinan melanjutkan ke perguruan tinggi,
14.              keadaan fisik sekolah,
15.              prosedur penerimaan.


Memasuki perguruan tinggi

1.                  lembaga pendidikan yang mewajibkan program-program yang lebih spesifik;
2.                  beasiswa dan kemungkinan tunjangan yang dapat diproleh beserta syarat-syarat dan cara melamarnya;
3.                  program latihan khusus;
4.                  kemungkinan lain yang dapat memasuki oleh lulusan SLTA,seperti memasuki jajaran ABRI, dan sebagainya.

b.         Infomasi jabatan      

      Informasi jabatan/pekerjaan yang baik sekurangnnya memuat hal-hal sebagai berikut:

1.                  Struktur dan kelompok-kelompok jabatan/pekerjaan utama.
2.                  Uraian tugas masing-masing jabata / pekerjaan.
3.                  Kualitatif tenaga yang di perlukan untuk masing-masing jabatan.
4.                  Cara-cara atau prosedur penerimaan.
5.                  Kondisi kerja.
6.                  Kesempatan0ksempatan untuk mengenbangkan karier.
7.                  fasilitas penunjang.

  
      Untuk orang-orang muda yang masih berada di bangku sekolah Norris, dkk mengklasifikasikan informsi jabatan kedalam tingkat,yaitu SD, SLTP, SLTA, dan Pasca SLTA.

c.                     informasi Sosial-Budaya

            Hal yang dilakukan melalui penyajian informasi social-budaya yaitu:

1.                  Macam-macam suku bangsa .
2.                  Adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan.
3.                  Agama dan kepercayaan
4.                  Bahasa.
5.                  Potensi-potensi daerah.
6.                  Kekhususan masyarakat atau tertentu.

                                                                                   
Dengan informasi itu diharapkan masyarakat kita terutama geerasi mudahnya, terangsang untuk ebih maju lebih cepat lagi mengejar budaya yang telah maju itu,terutama dalam bidang ilmu dan teknologi.





2.      Metode Layanan informasi di Sekolah

a.                  Ceramah
            Ceramah merupakan metode pemberian informasi yangpaling sederhana, mudah dan murah, dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir oleh setiap petugas bimbingan di sekolah.

b.                  Diskusi
            Penyajian informasi kepada siswa dapat dilakukan melalui diskusi.diskusi semacam ini dapat diorganisasikan baik siswa sendiri maupun oleh konselor, atau guru.

c.         Karyawisata   
            Penggunaan karyawisata untuk maksud membantu siswa mengumpulkan informasi dan mengembangkan sikap-sikap positif menghendaki siswa berpartisipasi secara penuh baik dalam persiapan maupun pelaksanaan berbagai kegiatan terhadap objek yang dikunjunginya.         


d.                  Buku Panduam
            Buku-buku panduan ( seperti buku panduan sekolah atau perguruan tinggi, buku panduan kerja bagi siswa ) dapat embantu siswa dalam mendapatkan banyak informasi yang berguna.

e..        Konfresi Karier
            Dalam konfrensi karier, para narasumber dari kelompok-kelompok usaha,jawatan atau dinas lembaga pendidikan, dan lain-lain yang diundang, mengadakan penyajian tentang berbagai aspek program pendidkan dan latihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa.

            Konferensi karier dilakukan dengan mengikuti salah satu pola di bawah ini,yaitu:

              Pola pertama, menyisikan waktu selama satu jam atau lebih diluar hari-hari sekolah setiap semester.

               Pola kedua, menyediakan waktu sehari penuh atau lebih setiap semester untuk mengdaka konferensi.

                Pola ketiga, menyediakan jadwal konfenrensi dengan mengadakan pertemuan sekali setiap seminggu.

                Pola keempat, mengadakan pecan bimbingan karier selama satu minggu terus-menerus.












C. Layanan Penempatan dan penyaluran        

       

1.                                          Penempatan dan Penyaluran siswa di Sekolah


a.                  Layanaan penempatan di dalam kelas

Layanaan penempatan di dalam kelas merupak jenis layaan yang paling sederhana dan sederhana dibandingkan dengan layaan penempatan penyaluran lainnya. Penempatan masing-masing anak secara tepat akan membawa keuntungan:

1)      bagi siswa bersangkutan , yaitu memberikan penyesuaian dan pemeliharaan terhadap kondisi individual siswa ( kondisi fisik, mental, sosial)
2)      bagi guru, khususnya dalam kaitannya dengan pengolahan kelas, dengan penempatan yang tepat menjadi lebih mudah menggerakkan dan mengembangkan semangat belajar siswa.


b.         Penempatan dan Penyaluran ke dalam kelompok belajar

            Pembentukkan kelompok belajar mempunyai dua tujuan pokok yaitu:

Pertama: untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk maju sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tujuannya biasanya diterapkan dalam proses belajar mengajar yang menggunakan sistem maju berkelanjutan.

Kedua:  untuk wadah belajar bersama. Berbeda dengan cara pengelompokan pertama, dalam pengelompokan ini dilakukan tidak menurut kemampuan siswa, melainkan dilakukan sedemikian rupa sehinggah dilam suatu kelompok belajar akan terdapat siswa-siswa yang kemampuannya pandai,sedang, kurang.


c.         Penempatan dan penyaluaran kedalam Kegiatan KO/Ekstra Kurikuler

            salah satu ciri yang menonjol dari kegiatan ko/ekstra kurikuler adalah keanekaragaman, mulai sari memasak sampai musik, dari pengumpulan prangko sampai permainan hoki. Penempatan dalam kegiatan ko/ekstra kurikuler yang tepat dapat membantu siswa itu memperoleh pemahaman yang diperlunya untuk dapat ikut serta dalam kegiatan-kegiatan itu secara efektif.

d.         Penempatan dan Penyaluran  ke Jurusan/program studi

            usaha ini memberikan bantuan seperti yang dimaksudkan di atas diawali dengan menyajikan informasi pendidikan dan jabatan yang cukup luas. Memahami tujuan, isi (kurikulum), syrat-syrat memasuki programstui terentu, cara dan keterampilan belajar, kesemptan untuk  melanjutkan pendidikan dan kesempatan kerja.



2.                  Penempatan dan Penyaluran Lulusan

a.         Penempatan dan Penyaluran ke dalam Pendidikan Lanjutan

            Penempatan dan penyaluran siswa pada pendidikan lanjutan tidak dapat dilakukan secara acak, tetapi memerlukan perencaan yang matang sebelum siswa tamat dari bangku sekolah yang sedang di dudukinya.

b.                  Penempatan dan Penyaluran ke dalam jabatan/pekerjaan

Di samping penempatan dalam pendidikan, sekolah juga membantu para siswanya yang akan memasuki dunia kerjanya. Layanaan penempatan dan penyaluran boleh dikatakan sebagai bentk khusus yang paling nyata dari berbagai fungsi pemeliharaan dan pengembangan dalam segala pelayanan bimbingan dan konseling.



D.               Layanan bimbingan belajar

3.                  Pengenalan Siswa yang mengalami masalah belajar

Masalah belajar memiliki bentuk yang banyak ragam, yang pada umumnya dapat digolongkan :

a.                                           Keterlambatan akademik, yaitu kadan siswa yang diperkirakan memiliki, tetapi tidak dapat mengoptimalkannya.
b.                                          Ketercepatan dalam belajar, yaitu keadan siswa yang memiliki bakat akademik yang cukup tinggi atau memiliki IQ 130 lebih,tetapi masih memerlukan tugs-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajarnya yang sangat tinggi.
c.                                           Sangat lambat dalam belajar, yaitu keadaan yang memilikibakat akademik yang kurang memadai dan perlu di pertingbangkan untuk mendapat pendidikan.
d.                                          Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang kurang semangat dalam belajar.
e.                                           Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang kegiatan atau perbuatan belajat sehari-hari antaginistik dengan seharusnya,seperti menunda-nunda tugas,mengukur waktu,dan membenci guru.
         

Siswa yang mengalami masalah belajar seperti tersebut dapat dikenali melalui prosedur sebagai berikut:


Tes Hasil Belajar
            Suatu alat yang disusun untuk mengungkapkan sejauh mana siswa mencapai tujuan-tujuan pengajaran yang ditetapkan sebelumnya.

Tes Kemampuan Dasar
            Tingkat kemampuan dasar biasanya di ukur atau di ungkapkan dengan mengadminitrasikan tes inteligensi yang sudah baku.

Skalah Sikap dan Kebiasaan Belajar
            Sikap dan kebiasaan belajar merupakan salah satu factor yang penting dalam belajar.

Tes Diagnostik
            Tes ini merupakan instrument untuk mengungkapkan adanya kesalahan-kesalahan yang dialami siswa dalam bidang pelajaran tertentu.

Analisis Hasil Belajar atau Karya
            Merupakan bentuk lain dari tes diagnostic.Megungkapkan kesalahan-kesalahan yang dialami oleh siswa dalam mata pelajaran tertentu.


4.                  Upaya membantu siswanya yang mengalami masalah belajar

a.                  Pengajaran perbaikan
Pengajaran perbaiakan merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada seorang atau sekelompok siswa ayng menghadapi masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar mereka.

b.                  Kegiatan pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat belajar.

c.         Peningkatan motivasi belajar
            Disekolah sebagian siswa mungkin memiliki motif yang kuat untuk belajar, tetapi sebagian belum. Guru dan konselor berkewajiban meningkatkan motivasi dalam belajar.

d.         pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik
Sebagian siswa memang memerlukan bantuan untuk mampu melihat secara kritis sikap-sikap dan kebiasaan –kebiasan belajar yang mereka miliki.melalui bantuan itu mereka diharapkan dapat menemukan kelemahan-kelemahan mereka dalam belajar,dan selanjutnya berysaha memperbaikinya.





E.                 Layanan Konseling Perorangan

1.                  Layanan konseling Diselenggarakan secara”Resmi”
Konseling merupakan layanan yang teratur,terarah, dan terkontrol, dan tidak diselenggarakan secara acak ataupun seadanya. Layanan konseling bukan layanan yang dapat diselenggarakan secara acak,konsekuensinya ialah bahwa layanan itu .perlu dievaluasi dan diberika tindak lanjutnya


2.                  Pengentasan masalah melalui konseling

Melalui konseling klien mengharapakan masalah yang dideritanya dapat dientaskan. Langkah-langkah umum upaya pengentasan masalah melalui konsekng pada dasarnya.

a.Pemahaman masalah
b.Analisis sebab-sebab timbulnya masalah
c.Aplikasi metode khusus
d.evaluasi
e.Tindak lanjut



3.         Tahap-Tahap Keefektifan Pengentasan masalah melalui Koseling

a.      Tahap pertama : ketika klien menyadari bahwa dirinya mengalami masalah.
b.      Tahap kedua     :kesadaran bahwa individu memerlukan bantuan orang lain.
c.       Tahap ketiga     :mencari orang-orang yang berani bertanggung jawab dalam masalah pada klien.  
d.       Tahap empat     :klien dituntut untuk aktif dalam proses konseling.
e.        Tahap lima       :konseling yang telah terselenggara itu benar-benar efektf apabila klien benar-benar menjalankan hasil yang telah dicapai.   
           



           
           
4.         Pendekatan dan Teori Konseling                 

            a. Konseling Direktif            
                        Konseling direktif ini sering disebut konseling yang beraliran Behavioristik, yaitu layanan konseling yang berorientasi pada tingkah laku secara langsung ( Hasnsen,dkk 1977 ) dan Brammer dan stone,1982).

            b. Konseling  Non-direktif
                                                           
                          Konseling non-direktif merupakan upaya bantuan pemecahan masalah yang berpusat pada klien. Melalui pendekatan ini klien diberi kesempatan mengemukakan, perasaan dan pikiran-pikiran secara bebas.
                                                          

            c. Konseling Elektrik  
           
                          kebanyakkan diantra mereka bersikap eletrik yang mengambil berbagai kebaikan dari kedua pendekatan atau pun dari berbagai teori konseling itu sendiri, mengembangkan dan menerapkan dalam pratek sesuai dengan permasalahan klien.   


5.                        Konseling di Lingkungan Kerja yang Berbeda      

                                   
a. Konseling di Sekolah Dasar

                          Hal yang perlu diperhatikan konselor ialah bagaimana menorong anak-anak untuk datang kepada konselor untuk memperoleh bimbingan

            b. Konseling di Sekolah Menengah

                           Siswa sekolah menengah berbeda dari murid SD. Banyak gejolak menandai masa perkembangan remaja. Konselor di sekolah menengah dituntut untuk memahami berbagai gejolak yang secara pontensial sering muncul dan cara penangannya.

            c.  Konseling di Perguruan Tinggi                                                    

                             Perbedaan antara konsling di sekolah menegah dan di perguruan tinggi diwarnai oleh arah perkembangan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai serta kekompleksan program pendidikan dan latihan dari kedua jenjang itu.       


            d.  Konseling di Masyarakat

                              Konselor yang bekerja di masyarakat secara potensial akan melayani klien untuk semua umur, dar anak-anak yang amat muda sampai dengan orang-orang berusia lanjut dengan masalah yang amat bervariasi.       







F.                Layanan Bimbingan dan Konseling kelompok

1.                  Ciri-Ciri kelompok
Meskipun suatu kelempok terdiri dari sejumlah orang, tetapi kelompok bukan sekedar kumpulan sejumlah orang. Sejumlah orang yang berkumpul itu baru merupakan “lahan “ bagi terbentuknya kelompok. Beberapa unsur perlu d tambahkan apabilah kumpulan sejumlah orang itu hendak menjadi sebuah kelompok. Unsure-unsur tersebut yang paling menyangkut tujuan,keanggotaan, dan kepimpinan, serta aturan yang diikuti.

2.                  Bimbingan kelompok
Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Gazda ( 1978 ) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok di sekolah merupakan  kegiatan infomasi kepada kelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat

3.                  Konseling Kelompok
Konseling kelompok pada dasarnya adalah layanan konseling perorangan yang dilsanakan didalam suasanakeompok.disana da konselor dan ada klien, yaitu para anggota kelompok. Di sana terjadi hubungan konseling dalam suasana yang di usahakan sama seperti dalam konseling perorangan yaitu hangat, terbuka, permisif, dan penuh keakraban.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar